Silvy
Judul di atas sangat menggambarkan apa yang gw rasakan beberapa waktu belakangan ini.

Gw selalu bersama dengan dia setiap harinya, berkomunikasi setiap saat, bahkan masih memiliki kedekatan secara fisik which means sentuhan-sentuhan masih dilakukan. Ya, itulah dekat di mata.

Tapi entah kenapa gw sama sekali ga merasakan kedekatan itu. Ketika secara nyata berada di dekat dia, gw sama sekali merasa kita jauh, kita ga dekat, kita adalah dua individu yang benar-benar terpisah.

Hal ini bener-bener bikin hari gw dirusak sama perasaan disonans nan menyebalkan ini. ada juga pepatah Jauh di mata dekat di hati. Kenapa ini malah kebalikan?

Gw ga tau apa yang menyebabkan. Kemungkinan kesibukan kita di saat-saat semester 5 ini salah satu faktornya. Tapi rasanya, komunikasi masih tetep lancar. Afeksi yang gw butuhkan masih gw dapatkan.
lalu apa?

Pasalnya, gw baru merasa dekat ketika dia ga ada di dekat gw. Lewat SMS, Chat, ataupun BBM.. Tapi lagi-lagi hal itu bikin gw kesal. Giliran gw merasa deket sama dia, kenapa orangnya ga ada?

Awfully desperate...
| edit post
Reactions: 
0 Responses