Silvy
Air danau yang tenang itu kembali beriak.
Tersentuh oleh helai daun yang jatuh dari pepohonan.
Sepertinya tidak begitu berarti. Hanya sebuah pemandangan yang biasa.
Tapi tidak halnya dengan sang Danau.
Air itu bagian dirinya. Pusat kehidupannya.
Bagaikan jantung manusia. Tanpa air, danau bukan apa-apa.
Riak itu semakin meluas. Mengusik danau hingga ke dasarnya.
Riak-riak itu terus bergelombang. Gelombang yang tenang dan menghanyutkan.
Danau terlena pada riak yang dibuat oleh daun. Hingga danau tak mau melepaskan daun daripadanya
Kini daun itu ikut tenggelam. Menelusuri hingga kedalaman sang Danau.
Daun tidak menyadari apa yang dirasakan oleh sang Danau.
Ia hanya terus mengusiknya dari dalam, tanpa pernah tau apa akibat keberadaan dirinya.
Daun terus bersinggasana di dasar danau. Menyatu dengannya.
Kejadian yang sama akan terus berulang. Ketika Daun kembali hadir di atas permukaan air sang Danau.
Sebuah siklus yang tak akan terhenti. Sampai pohon itu tak lagi mempertemukan Daun dengan sang Danau.
| edit post
Reactions: 
0 Responses