Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Silvy
Terima kasih wahai kasihku
Untuk setiap detik dalam hidupmu yang kau bagikan padaku
Setiap potret kejadian, kita alami bersama.


Biarkanlah kita tetap saling mengisi
Setiap memori kenangan kisah kita
dengan cetakan foto cinta
Yang menghiasi album kasih kita


Terima kasih wahai sahabat jiwaku
Untuk setiap suka duka yang kita arungi bersama
Setiap debur gembira dan deru perih, mengisi samudera kisah kita


Biarkanlah kita tetap tegar berdiri
Di atas ketegaran karang cinta 
Mengalahkan gelombang keraguan
Yang dapat mengoyakkan ikatan kasih kita.


Terima kasih wahai teman seperjalananku
Untuk setiap makna hidup yang kau torehkan dalam lembar diriku
Setiap halaman hariku, tercetak kisah sejarah kasih kita.
Labels: , 0 comments | | edit post
Silvy
Aku merindu dalam diam ku
Bermain sajak dengan segenap akal sehat ku
Merangkai untaian kata-kata
Dari rasa yang menyergap tiba-tiba

Aku merindu dalam bisu ku
Dalam keheningan di setiap sudut jiwaku
Tanpa kata yang mampu mengurainya
Menjadi partikel-partikel inti penyusunnya

Hei, Aku rindu kamu
Rasa itu telah ku syairkan padamu
Melintas jauh, jarak antara kita
Membawa penuh, segala cinta yang ada

Dengarlah hai pujaan hatiku
Akan simfoni hati yang kulantunkan ini
Bak melodi yang mengalun merdu
Mengalir lincah menyejukan sanubari

A.S. 2011
Labels: 0 comments | | edit post
Silvy
Seonggok hati 
Aku ini seonggok hati
Telah termiliki oleh seorang tuan yg baik hati.
Ia melumuriku dengan madu
Yang mengembangkan gairahku

Namun kini, aku ini seonggok hati
Yang hilang bak ditelan bumi
Tuanku meletakanku dalam kandang batu
Kadang ia melongok padaku.
Kadang ia seolah tak sadar akan eksistensiku.

Aku ini seonggok hati
Yang pasrah seolah mau mati
Luka-luka kecil tersayat dicucuk cuka
Membuat perih meradang, terluka

Ya, aku ini seonggok hati
Yang tak kenal tuanku lagi
Dulu hanya ada madu tanpa cuka
Lalu kenapa kini ia seperti murka?
Adakah ia membenci?
Atau ia sudah tidak peduli lagi?

Padaku, seonggok hati.
Labels: 0 comments | | edit post